Untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target ± 6,558 MWe pada tahun 2025 dan sebagai bagian dari program percepatan pembangkit tenaga listrik, Hitay telah memilih sistem panas bumi rangking teratas atau sistem panas bumi 2 fase dan binary yang beresiko rendah di Jawa dan Sumatra. Lapangan-lapangan yang diprioritaskan ini tidak hanya dibuktikan dengan hadirnya fumarole, mata air panas, dan lapisan penudung resistivitas rendah yang khas tetapi juga didukung oleh studi kasus terkait yang telah terbukti. Strategi eksplorasi Hitay berisiko rendah dan fokus kepada sumber daya; mulai dengan yang kecil dan membuktikan sumber daya upside dengan langkah-langkah pengembangan yang efektif. Hitay akan memulai eksplorasi di dua lapangan teratas Indonesia yaitu Gunung Talang-Bukit Kili dan Geureudong pada tahun 2019 dan 2020.

Hitay akan mengembangkan proyek-proyek ini menggunakan tenaga ahli nasional dalam pengembangan semua sektor panas bumi, meliputi eksplorasi, pengeboran, dan operasi dengan menggunakan teknologi dan praktik keselamatan terkini. Hitay akan mematuhi semua undang-undang, peraturan, dan prinsip-prinsip etika setempat dan menyalurkan manfaat dari operasi panas bumi kepada masyarakat setempat, dengan mempekerjakan dan mengembangkan karyawan lokal di lapangan lapangan yang penting ini. Kami akan menerapkan teknologi state-of-the-art yang untuk memenuhi kebutuhan listrik di negara ini dan berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian Indonesia melalui pengembangan energi ramah lingkungan dalam jangka panjang dan berkelanjutan di negara ini.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, bersama dengan semua pemangku kepentingan, Hitay bertujuan untuk mencapai target dalam menyediakan tenaga listrik panas bumi secara tepat waktu, dan menjadi kekuatan utama dalam industri panas bumi.

Hormat Kami,
Julfi Hadi
Direktur Utama