Hitay Jadi Pemenang

KORAN.BISNIS.COM
24 October 2016

JAKARTA — Konsorsium PT Hitay Daya Energy dan PT Dyfco Energy muncul sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Talang—Bukit Kili dengan rencana kapasitas pengembangan 20 megawatt.

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7257 K/30/MEM/2016 yang dikutip Bisnis, Minggu (23/10), konsorsium Hitay dan Dyfco menjadi pemenang lelang dengan penawaran harga listrik terendah yakni US$12,75 sen per kilowatt hour (kWh). Harga patokan tertinggi yang ditawarkan dalam lelang tersebut US$ 14,6 sen per kwh.

Hitay dan Dyfco menyingkirkan PT Pertamina (Persero) yang menduduki peringkat kedua lelang dengan penawaran harga listrik US$13,6 sen per kWh.

Sebelumnya Hitay telah menaruh uang sebagai jaminan lelang sebesar Rp1 miliar. Lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) yang berlokasi di Solok, Sumatra Barat itu telah berlangsung sejak tahun lalu, tetapi dibatalkan lantaran tidak ada peminat. Pemerintah kembali melelang wilayah panas bumi itu pada Mei 2016.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, pihaknya mempersiapkan proses lelang wilayah kerja panas bumi tersebut cukup ketat.

“Proses lelang lama karena kami melakukan pengecekan yang teliti, dari mulai cek ke bank hingga ke kedutaan besar negara asal,” kata Yunus, Minggu (23/10).

Proses lelang yang ketat itu untuk menjamin pemenang lelang dapat memenuhi kualifikasi teknis maupun finansial.

Menurutnya, pengembangan panas bumi selama ini terkendala pemenang tender yang tidak berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan.

Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Talang—Bukit Kili seluas 27.000 ha diperkirakan memiliki cadangan listrik 65 MW. Untuk kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) direncanakan sebesar 20 MW dengan target operasi pada 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *