Hitay Kucurkan Investasi US$10,4 Juta

Ebtke.esdm.go.id
13 March 2013

Ebtke.esdm.go.id – Sebuah kelompok modal ventura perusahaan dari Turki, Hitay, bersiap-siap untuk berinvestasi 10,4 juta USD untuk melakukan survei pendahuluan di wilayah kerja delapan panas bumi di Indonesia. Survei ini akan dilakukan oleh unit bisnis Hitay di Indonesia.

Di antara mereka panas bumi wilayah kerja yang Gunung Tandikat dan Singgalang, Gunung Dingin, Gunung Talamau. Selain itu, juga Runcing, Lawang, Tanjungsakti, Rawas, dan Bromo Tengger-daerah vulkanik.

Namun, untuk Rawas dan Runcing daerah, karena pertimbangan kawasan hutan konservasi, kegiatan survei akan bergeser ke daerah Jawa Timur dan telah disetujui oleh Gubernur Jawa Timur.

Hitay menyatakan bahwa salah satu alasan untuk investasi mereka adalah karena cadangan besar di Indonesia dari 40% dari potensi panas bumi dunia, serta kebutuhan yang semakin meningkat dari listrik mempertimbangkan Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia (240 juta), dengan pertumbuhan ekonomi tahunan 7% yang membutuhkan investasi di bidang infrastruktur.

Indonesia diperkirakan memiliki 29 GW potensi panas bumi, namun saat ini penggunaan tersebut belum sampai maksimum (namun hanya 1,341MW), dari kapasitas terpasang 12 MW Sibayak, Gunung Salak (377MW), Wayang Windu (227MW), Kamojang ( 200MW), Darajat (270MW), Dieng (60MW), Lahendong (8 MW), Ulubelu (110MW), dan akhirnya Ulumbu (2×2,5MW); negara ASEAN Sementara lainnya seperti Filipina telah berhasil mengembangkan dan dioperasikan 1,904MW.

Hingga kini, total 58 wilayah kerja terdiri dari 19 yang sudah ada (yang diberikan sebelum penerbitan UU 27/2003), dan 39 wilayah kerja baru (setelah terbitnya UU 27/2003), di mana 19 wilayah kerja telah diberikan IUP (izin kegiatan pertambangan), dan dari 19 daerah yang ada sudah 9 dari mereka beroperasi penuh.